Mengenal Apa Itu Tetanus dan Cara Pencegahannya

Kata tetanus berasal dari bahasa Yunani, yaitu teinein, yang berarti menegang. Penyakit tetanus merupakan salah satu penyakit infeksi berbahaya karena mempengaruhi sistem saraf dan otot.

Mengapa setiap bayi wajib diberikan imunisasi tetanus? Apakah tetanus berbahaya sehingga dapat mengakibatkan kematian? Adakah yang mengetahui penyebabnya?

tetanus dan pencegahan
Tetanus dapat dicegah. Jika kalian terluka, segera bersihkan luka tersebut dengan cairan antiseptik. Biasanya, cairan antiseptik mengandung iodium.

Masih ingat dengan lagu ini?

Aku anak sehat

Tubuhku kuat

Karena ibuku rajin dan cermat

Sewaktu aku bayi

Selalu diberi ASI

Makanan bergizi dan imunisasi

Ya, benar sekali! Sejak bayi, kita telah diberikan lima imunisasi wajib. Salah satunya adalah DPT, yaitu Difteri, Pertusis, dan Tetanus.

Penyebab Tetanus

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani yang banyak terdapat di tanah, kotoran manusia dan hewan, serta di daerah pertanian dan peternakan.

Bakteri Clostridium tetani masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil atau luka dalam yang kotor, tertusuknya tubuh oleh benda tajam terutama benda yang berkarat, patahnya tulang tangan atau kaki hingga menyebabkan luka yang terbuka, dan luka pembedahan yang tidak dibersihkan secara steril.

Gejala penyakitnya diawali dengan menegangnya otot rahang (dikenal juga dengan nama kejang mulut). Hal itu disertai dengan munculnya rasa sakit, bengkak, dan kaku pada otot leher, bahu, atau punggung. Rasa kaku tersebut akan cepat menyebar ke otot perut, lengan atas, dan paha. Kejang otot berupa rasa kaku pada bagian tubuh disebabkan oleh racun yang dihasilkan bakteri. Clostridium tetani. Racun tersebut dapat mengganggu kesadaran penderita karena menyebar ke aliran darah atau limfe.

Pada anak-anak, penyakit tetanus ditandai dengan sulitnya membuka mulut. Gejala tersebut disertai dengan adanya kontraksi otot wajah sehingga terlihat seperti meringis. Jika anak sudah dapat berjalan, jalannya terlihat kaku seperti robot. Selanjutnya dapat terjadi kelumpuhan jika penyakit tersebut tidak segera diobati.

Tetanus yang disertai dengan kejang secara spontan terus-menerus, suhu tubuh yang tinggi, dan masa inkubasi bakteri yang singkat merupakan tetanus dengan tingkatan penyakit berat. Penderita akan kekurangan oksigen, akibat kejang yang terus-menerus sehingga dapat mengakibatkan kematian. Selain itu, kejang tersebut dapat menyebabkan cairan muntahan atau air liur masuk ke dalam saluran pernapasan dan mengakibatkan penderita kesulitan bernapas.

Pengobatan Tetanus

Pengobatan di rumah sakit dilakukan dengan menempatkan pasien di ruangan yang tenang. Kemudian, diberikan suntikan antitetanus serum sesuai dengan berat badannya. Kejang pada otot diatasi dengan pemberian obat antikejang dan pasien juga diberikan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi berkelanjutan serta menyebarnya bakteri ke organ lainnya. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan tidak menimbulkan kecacatan pada tubuh.

Pencegahan Tetanus

Jika kalian terluka, segera bersihkan luka tersebut dengan cairan antiseptik. Biasanya, cairan antiseptik mengandung iodium. Luka akibat tergores atau terjatuh dan tidak terlalu dalam, sebaiknya segera diberi obat yang mengandung antiseptik agar tidak terjadi infeksi berkelanjutan. Untuk luka yang dalam, balutlah dengan kain kasa bersih agar terhindar dari kotoran dan lalat.

Vaksinasi sebaiknya diberikan kepada calon pengantin wanita, balita, dan anak-anak usia sekolah dasar. Pencegahan penyakit ini dengan pemberian vaksinasi lebih baik daripada mengobati. Orang dewasapun perlu diberikan suntikan tetanus jika belum pernah mendapatkan vaksinasi lengkap.

Itulah informasi seputar penyakit tetanus, penyebab, pengobatan, dan cara pencegahannya. Mudahan bermanfaat!

Share this post on social media:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *