Biang Keringat? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya!

Biang keringat atau disebut juga dengan miliaria adalah ruam yang terjadi di bagian kulit yang menyebabkan kulit berwarna merah dan menonjol serta gatal. Meski selama ini ruam keringat ini lebih identik dengan bayi, sebenarnya orang dewasa sering mengalaminya juga. Terlebih, bila cuaca sedang panas dan suhu udara lembap. Bagaimana mengenalinya?

gejala dan cara mengatasi biang keringat
Biang keringat tidak hanya terjadi pada bayi, orang dewasa pun juga sering mengalami

Gejala Biang Keringat

Untuk yang belum tahu, ruam ini biasanya terjadi pada area leher, ketiak, lipatan siku dan selangkangan. Selain itu, bisa juga terjadi pada area yang bergesekan dengan pakaian. Gejalanya sendiri sebenarnya berbeda untuk tiap jenisnya. Yup! Ruam ini memiliki beberapa jenis. Salah satunya adalah miliaria kristalina.

Ruam yang satu ini adalah yang paling ringan dan biasanya hanya mempengaruhi saluran keringan dari lapisan kulit paling atas. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kemunculan bintil berisi cairan berwarna jernih yang mudah pecah. Ruam yang satu ini umumnya juga tak terasa gatal.

Jenis lainnya adalah miliaria rubra. Ruam ini muncul karena suhu panas dan lembap. Gejalanya adalah sensasi gatal dan menyengat yang disertai dengan munculnya bintil merah. Selain itu, kulit juga akan mengalami peradangan dan terasa sakit. Jenis biang keringat lainnya adalah millaria pustulosa.

Jenis ini adalah versi miliaria rubra yang lebih parah. Peradangan yang terjadi akan disertai dengan munculnya nanah. Terakhir ada miliaria profunda yang merupakan jenis yang paling jarak. Jenis ini biasanya bersifat kronis dan kambuhan. Tanda-tandanya adalah bintil berwarna merah yang besar dan keras serta umum terjadi pada orang dewasa.

Meski begitu, biasanya ruam ini akan sembuh dengan sendirinya. Anda hanya perlu mendinginkan kulit dan menghindari diri dari paparan panas. Namun, meski begitu ruam juga bisa makin parah dan menunjukkan gejala infeksi. Tandanya adalah demam dan menggigil, rasa sakit yang parah, keluar nanah dari bintil dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Penyebab

Setelah Anda tahu apa saja jenis dan tanda-tanda dari ruam ini, ada baiknya Anda juga tahu apa saja yang menyebabkan kondisi ini. Penyebabnya cukup banyak. Biasanya, ruam ini terjadi di daerah yang memiliki iklim tropis karena adanya cuaca yang panas dan suhu udara yang lembap.

Selain itu, bisa juga terjadi karena panas seperti menggunakan pakaian yang terlalu tebal atau tidur dengan selimut yang berlebihan. Ruam juga bisa terjadi akibat aktivitas fisik tertentu seperti olahraga atau pekerjaan yang membutuhkan aktivitas fisik yang berat. Hal ini menyebabkan Anda mengeluarkan keringat terlalu banyak.

Selain itu, ruam ini juga bisa terjadi karena kelenjar keringat yang belum berkembang. Umumnya, hal ini terjadi pada bayi terutama bayi yang dihangatkan pada inkubator atau bayi yang memakai pakaian berlebihan. Bayi yang memiliki kelenjar keringat belum berkembang biasanya akan membuat keringat tertahan di balik kulit.

Penyebab terakhir adalah berbaring terlalu lama. Risikonya ini biasanya terjadi pada pasien yang diwajibkan berbaring terus-menerus di ranjang dalam waktu yang cukup lama. Kalau hal ini sudah terjadi, ada baiknya Anda menghindari semua penyebabnya dan sebisa mungkin jagalah kulit agar tetap dingin dengan mandi, berendam atau tinggal di ruangan sejuk.

Itulah sekilas mengenai gejala biang keringat dan faktor risikonya. Bila Anda mengalami gejala yang sudah dijelaskan, sebisa mungkin hindari tempat panas. Buat diri selalu merasa dingin dan pakailah pakaian yang longgar. Bila perlu, konsumsilah obat antihistamin dan oleskan krim hidrokortison yang berguna untuk meredakan gatal-gatal yang terjadi pada kulit.

Share this post on social media:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *