Mengenal Lebih Jauh tentang Apendisitis, Penyebab, dan Cara Pengobatannya

apendisitis

Apendisitis atau biasa disebut radang umbai cacing dapat terjadi pada siapa saja

Banyak orang yang percaya bahwa biji cabai dan biji jambu merupakan penyebab dari apendisitis. Mitos yang berkembang yaitu semakin banyak makan biji cabai dan biji jambu, semakin besar kemungkinan terserang apendisitis. Hal ini karena apendiks memiliki muara yang dianggap mudah dimasuki oleh biji-bijian.

Fakta yang benar yaitu apendiks memiliki gerakan yang memompa ke atas apabila ada benda yang memasukinya. Gerakan ini membuat benda yang masuk ke apendiks termasuk biji cabai dan biji jambu sulit bersemayam di dalam apendiks.

Begitu ada tanda-tanda kedatangan “tamu tak diundang’, apendiks langsung menolaknya agar keluar. Jadi, biji cabai atau biji jambu bukanlah penyebab dari Apendisitis.

Pengertian Apendisitis

Usus buntu adalah bagian usus yang terletak pada pertemuan usus besar dan usus halus. Pada ujung usus buntu terdapat tonjolan kecil yang disebut apendiks (umbai cacing).

Apendiks ini berbentuk kantong. Bentuknya seperti tabung panjang (kira-kira 6-9 cm), sempit, dan menghasilkan lendir 1-2 ml/hari.

Di dalam apendiks juga terdapat imunoglobulin yang berfungsi sebagai zat pelindung terhadap infeksi. Apendiks hingga saat ini belum diketahui fungsinya secara pasti.

Apendiks perlu dihilangkan dalam beberapa kasus, tetapi hal tersebut tidak akan mempengaruhi kesehatan seseorang.

Radang apendiks dalam dunia kedokteran disebut dengan apendisitis. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja. Namun, lebih sering terjadi pada seseorang yang berumur 10-30 tahun.

Penyebab Apendisitis

Penyebab umum penyakit ini adalah infeksi bakteri dan sumbatan yang terjadi di apendiks (umbai cacing). Sumbatan di apendiks dapat menghambat pengeluaran lendir yang dihasilkan sehingga menyebabkan pembengkakan dan infeksi.

Sumbatan di apendiks biasanya disebabkan oleh tinja yang terperangkap di apendiks dan pembesaran kalenjar limpa di dinding apendiks. Gangguan ini menyebabkan peradangan pada apendiks. Peradangan ini ditandai dengan adanya nanah dan pembengkakan.

Apendiks yang mengalami radang akan pecah jika tidak segera ditangani. Apendiks yang pecah akan mengakibatkan hal-hal berikut:

  1. Kuman masuk ke dalam perut yang menyebabkan peritonitis (infeksi pada rongga perut);
  2. Terbentuk abses. Abses adalah peradangan jaringan tubuh yang memungkinkan timbulnya rongga tempat nanah berkumpul;
  3. Pada wanita, indung telur dan salurannya bisa terinfeksi dan menyebabkan penyumbatan pada saluran sehingga bisa terjadi kemandulan;
  4. Kuman dapat masuk ke pembuluh darah yang menyebabkan septikema, yaitu keracunan pada darah.

Gejala Apendisitis

Apendisitis memiliki gejala awal yang khas, yaitu nyeri yang dirasakan secara samar (nyeri tumpul) di daerah sekitar pusar. Setelah itu, nyeri akan berpindah ke perut bagian kanan bawah.

Nyeri perut akan bertambah sakit jika penderita batuk, bernapas dalam-dalam, bersin, mengejan, dan disentuh di daerah yang sakit. Selain nyeri, gejala lain radang usus buntu sebagai berikut:

  1. Sulit buang gas;
  2. Mual, muntah, dan tidak ada nafsu makan;
  3. Demam ringan (37,5-38,5 derajat celsius) dan terasa sangat lelah;
  4. Diare atau sembelit.

Diagnosis apendisitis harus dilakukan dengan teliti. Kesalahan diagnosis lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-laki. Hal ini karena wanita sering timbul nyeri yang menyerupai apendisitis, seperti nyeri saat terjadi pembuahan dan menstruasi, sehingga terjadi keterlambatan diagnosis dan bisa berakibat fatal.

Untuk mengurangi kesalahan diagnosis, dilakukan pemeriksaan pada penderita setiap 1-2 jam. Dari hasil pemeriksaan laboratorium pada penderita apendisitis akan terdapat peningkatan jumlah sel darah putih yang melebihi normal.

Pengobatan Apendisitis

Ketika diagnosisnya belum jelas apakah si pasien positif menderita apendisitis atau tidak, dengan memberikan antibiotik atau dengan diet makanan rendah serat adalah cara pertama yang dilakukan. Namun, jika si pasien positif dan diketahui secara pasti mengalami apendisitis dari hasil diagnosis, maka cara yang paling tepat adalah dengan pembedahan.

Pembedahan dilakukan untuk mencegah terjadinya ruptur (robekan) terbentuknya abses dan peritonitis. Ada dua macam pembedahan yang bisa dilakukan, yakni:

Laparotomi. Merupakan satu sayatan yang akan dibuat sekitar 5 cm di bagian bawah kanan perut. Sayatan dibuat lebih lebar jika radang sudah terjadi pelubangan.

Laparoskopi. Merupakan sayatan yang dibuat sekitar 2-4 buah. Satu di dekat pusar dan yang lainnya di seputar perut. Laparoskopi berbentuk seperti benang halus dengan kamera yang akan dimasukkan melalui sayatan tersebut.

Kamera akan merekam bagian dalam perut kemudian ditampakkan pada monitor. Gambar yang dihasilkan oleh kamera akan membantu jalannya operasi.

Itulah beberapa penjelasan tentang apendisitis, penyebab, dan cara pengobatannya. Mudah-mudahan kita terhindar dari radang usus buntu ini. Dan perlu diingat bahwa mitos tentang biji cabai dan jambu sebagai penyebab penyakit ini hanyalah sebatas mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *