Anemia: Penyebab, Pengobatan, dan Cara Pencegahannya

anemia dan penyebabnya

Anemia sering terjadi pada mereka yang mengalami kekurangan zat besi

Anemia adalah salah satu gangguan yang mempengaruhi peredaran darah tubuh kita sehingga dapat menimbulkan penyakit. Bagaimana mengetahui gejala orang yang menderita penyakit ini? Apakah berbahaya bagi tubuh?

Pernahkah Anda merasakan kelelahan saat mulai belajar atau pada saat mulai melakukan aktivitas lainnya padahal Anda telah cukup beristirahat? Apakah Anda juga pernah mengalami gangguan keseimbangan tubuh berulang kali? Jika hal itu sering terjadi, sebaiknya periksalah diri ke dokter terdekat karena kemungkinan Anda sedang mengidap anemia.

Anemia merupakan keadaaan dimana jumlah sel darah merah berada di bawah batas normal. Akibatnya, darah tidak dapat mengangkut oksigen dengan jumlah yang sesuai untuk tubuh. Tahukah Anda apa saja fungsi darah selain mengangkut oksigen? Darah memiliki beberapa fungsi bagi tubuh kita, yakni:

  • pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh sel-sel bagian tubuh;
  • kedua, darah mengangkut dan mengedarkan sari-sari makanan dari alat pencernaan ke hati kemudian diedarkan ke seluruh tubuh;
  • ketiga, darah mengangkut zat-zat sisa dari jaringan tubuh ke alat pengeluaran;
  • keempat, darah menjaga suhu tubuh agar selalu tetap;
  • kelima, darah mencegah masuknya kuman penyakit dan kotoran ke dalam tubuh kita melalui luka.

Penyebab Anemia

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit ini, antara lain:

  • Tubuh kekurangan zat besi. Biasanya perempuan lebih mudah terserang penyakit ini dibandingkan laki-laki karena perempuan selalu mengalami menstruasi setiap bulan sehingga rentan mengalami kekurangan zat besi;
  • Kanker usus besar yang mengakibatkan kekurangan darah secara drastis;
  • Terjadi pendarahan baik di usus atau bagian tubuh lainnya;
  • Sering menkonsumsi obat-obatan yang dapat mengiritasi usus hingga terjadi pendarahan di usus;
  • Memiliki penyakit wasir;
  • Pecahnya pembuluh darah akibat pembedahan, kecelakaan, atau persalinan;
  • Sering mengalami pendarahan di hidung atau mimisan;
  • Pada anak-anak, anemia terjadi karena kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi;
  • Faktor genetika, misalnya thalasemia.

Biasanya, si penderita akan merasa kelelahan meskipun telah cukup beristirahat, tubuh lemas dan kurang tenaga, gelisah, terkadang sulit bernapas, serta kepala terasa seperti melayang.

Warna pada bagian dalam kelopak mata terlihat pucat. Jika si penderita tidak cepat diobati, penyakit anemia yang dialami akan bertambah parah. Akibatnya dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Pengobatan

Sama halnya dengan penyakit lainnya, pengobatan anemia juga harus memperhatikan penyebabnya. Misalnya, penyakit anemia yang disebabkan oleh pendarahan di usus, maka pendarahan tersebut harus dihentikan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kekurangan darah yang berkelanjutan. Suplemen zat besi dibutuhkan oleh penderita yang mengalami kekurangan zat besi. Transfusi darah merupakan pengobatan anemia yang terjadi karena pendarahan hebat.

Pencegahannya

Anemia yang disebabkan karena kekurangan vitamin B12, zat besi, atau asam folat dapat dicegah dengan banyak mengkonsumsi sayur-sayuran hijau. Banyak sayur-sayuran hijau yang mengandung zat besi, contohnya adalah bayam terutama bayam merah, katuk, dan oyong. Pada anak-anak, kekurangan zat besi dapat dicegah dengan memberikan asupan makanan yang bergizi dan berimbang.

Demikian informasi yang kami sajikan. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *