Apa Penyebab Diare dan Bagaimana Cara Menanganinya?

penyebab diare

Penyebab diare dan cara menanganinya

Hampir semua penduduk Indonesia pernah mengalami diare. Diare merupakan penyakit yang masih sering terjadi di Indonesia. Mungkin Anda juga pernah mengalaminya bukan? Diare dapat berhenti sendiri tanpa pengobatan, namun juga dapat menjadi kronis jika tidak ditangani dengan benar. Secara umum, diare dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Apa penyebab diare? Apa yang sebaiknya dilakukan jika terkena diare? Silakan ikuti paparan di bawah ini dengan seksama!

Pengertian

Diare adalah kondisi dimana seseorang mengalami rangsangan buang air besar secara terus-menerus. Dalam satu hari penderita diare dapat buang air besar 3 kali atau lebih. Tinja yang keluar masih memiliki kandungan air yang berlebih (encer), sedikit berampas, kadang disertai dengan darah atau lendir.

Orang yang menderita diare terjadi selama 7 hari disebut diare akut. Diare melanjut berlangsung selama 8 hingga 14 hari. Sedangkan diare kronis berlangsung lebih dari 2 minggu. Apabila penderita diare buang air besar tidak lebih dari 3 kali sehari dan berhenti dalam 1 sampai 2 hari tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, jika buang air besar 8 sampai 15 kali sehari, disertai perut mules dan keluar tinja cair, maka harus segera ditangani dengan benar. Bahaya terbesar saat diare yaitu kehilangan cairan tubuh dan garam.

Tidak selamanya diare itu buruk sebab diare merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Racun tersebut dihasilkan oleh virus, bakteri, dan parasit yang akan dibuang keluar bersama dengan tinja yang encer.

Gejala Diare

Syarat disebut diare kalau ada perubahan bentuk tinja dan frekuensinya lebih dari 3 kali sehari. Kalau hanya tinjanya yang cair, belum bisa dikatakan diare. Diare kadang disertai dengan gejala-gejala seperti muntah, badan demam, tidak nafsu makan, badan lesu dan terasa lemah, dan saat membuang air besar tinja berdarah dan mengeluarkan lendir.

Rasa mual dan muntah-muntah dapat mendahului diare yang disebabkan infeksi virus. Infeksi bisa terjadi secara tiba-tiba yang menyebabkan diare, muntah, tinja berdarah, demam, penurunan nafsu makan atau merasa lesu. Selain itu, penderita diare dapat mengalami sakit perut dan kejang perut, serta gejala-gejala lain seperti flu misalnya agak demam, nyeri, dan sakit kepala. Gangguan bakteri dan parasit kadang-kadang menyebabkan tinja mengandung darah atau tubuh penderita mengalami demam tinggi.

Orang yang menderita diare akan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit (seperti natrium dan kalium). Diare sering kali disertai dehidrasi (kekurangan cairan). Dehidrasi ringan hanya menyebabkan bibir kering sedangkan yang berat bisa berakibat fatal, biasanya menyebabkan syok. Dehidrasi sangat berbahaya karena dapat menurunkan kesadaran pasien. Jangan anggap remeh, kalau tidak segera diatasi dapat menyebabkan kematian.

Penyebab Diare

Sebenarnya, diare tidak datang dengan sendirinya. Biasanya ada pemicu yang menimbulkan diare. Beberapa hal yang menyebakan diare sebagai berikut:

Infeksi oleh Virus, Bakteri, atau Parasit

Penyebab diare pada orang dewasa berbeda dengan diare pada anak-anak. Kalau pada anak-anak disebabkan virus, sedangkan pada orang dewasa disebabkan bakteri. Diare pada orang dewasa disebabkan makanan dan minuman yang tercemar kuman, seperti Escherichia coli, Salmonella sp, Shigella, dan jamur Candida sp. Organisme-organisme ini mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus. Dampaknya makanan yang kurang terserap sempurna tersebut kemudian segera masuk ke usus besar. Makanan yang tidak diserap usus akan menyerap air dari dinding usus. Selain itu, pada keadaan ini proses makanan di usus besar menjadi sangat singkat sehingga air tidak sempat diserap. Hal inilah yang menyebabkan tinja berair pada diare.

Sebenarnya, pada saat diare usus besar tidak hanya mengeluarkan air secara berlebihan tetapi juga mengeluarkan elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini kemudian dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi inilah yang mengancam jiwa penderita.

Alergi terhadap Makanan atau Obat Tertentu

Obat-obatan juga bisa menyebabkan diare, yaitu obat-obatan yang bekerja meningkatkan gerakan peristaltik usus atau mengencerkan tinja seperti obat pencahar. Obat anti-biotik juga menimbulkan efek samping diare. Selain itu, pemanis buatan seperti sorbitol dan manitol yang ada pada permen karet dan produk bebas gula lainnya juga dapat menimbulkan diare.

Stres

Ada hubungan antara stres dengan gerakan usus karena stres memberikan impuls-impuls ke usus untuk meningkat gerakan peristaltiknya. Keadaan ini bisa menyebabkan diare. Anak sekolah menjelang ujian timbul diare akibat faktor psikis. Setelah faktor stresnya hilang diare juga akan berhenti.

Penangan yang Tepat saat Diare

Penangan yang tepat untuk penderita diare yaitu dengan mengkonsumsi sejumlah air yang mencukupi untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dan mengatasi penyebab diare. Sebaiknya, air tersebut dicampur dengan zat elektrolit untuk menyediakan garam dan sejumlah nutrisi yang diperlukan oleh tubuh, contohnya oralit.

Pengobatan dengan menggunakan oralit sebenarnya sudah benar, hanya saja cara memberikan oralit kepada penderita kadang-kadang kurang tepat. Jika oralit dicampur degan segelas air dan diteguk sekaligus biasanya penderita sering muntah dan terasa akan buang air besar lagi. Meminum oralit dengan cara seperti ini tidak tepat. Cara yang benar adalah oralit diberikan sedikit demi sedikit. Dua sampai tiga kali tegukan berhenti, 3 menit kemudian diulang lagi sampai oralit habis diminum. Apabila diare belum berhenti, pemberian oralit diulang 3 hingga 8 gelas dalam sehari. Tindakan ini biasanya akan menghentikan diare dengan cepat dan efisien.

Selain oralit, penderita diare juga bisa diberi obat untuk mengatasi penyebabnya. Ada 3 macam obat yang digunakan untuk menghentikan diare:

  1. Kemoterapeutika yang memberantas penyebab diare seperti bakteri atau parasit;
  2. Obstipansi untuk menghilangkan gejala diare;
  3. Spasmolitik membantu menghilangkan kejang perut.

Penanganan oleh dokter terhadap penderita diare dilakukan apabila terjadi dehidrasi, disertai muntah yang hebat, mengalami demam yang sangat tinggi, terdapat darah atau lendir pada tinja, frekuensi buang air besar semakin sering, dan diare berlangsung lebih dari 3 minggu.

Cara Mencegah Diare

Jangan salah, diare merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jangan meremehkan diare karena dapat menimbulkan kematian jika tidak segera diatasi. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah diare sebagai berikut:

  • Selektif dalam mengkonsumsi makanan dan senantiasa menjaga kebersihan makanan. Pilih makanan yang terjamin kebersihannya;
  • Simpan makanan dengan baik, misalnya dimasukkan ke lemari es agar tidak terkontaminasi kuman;
  • Cucilah bahan makanan dengan bersih sebelum Anda mengolahnya;
  • Sebelum makan, biasakan untuk mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu;
  • Jagalah lingkungan sekitar Anda agar tetap bersih sehingga menghambat perkembangbiakan bakteri atau virus.

Demikian penjelasan tentang penyebab diare, cara mengobati, dan mencegahnya. Mudah-mudahan dengan informasi ini dapat menjadi pengalaman kita untuk senantiasa menjaga kebersihan makanan atau minuman termasuk mengubah pola hidup kita menjadi pola hidup yang sehat terhindar dari berbagai macam penyakit.

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *