Pahami 9 Risiko Infrastruktur Indonesia Ini sebelum Melakukan Investasi

perkembangan infrastruktur indonesia

Perkembangan infrastruktur Indonesia

Boleh dibilang, bahwa saat ini Indonesia tengah menjadi sasaran investor asing maupun domestik. Tak heran bila infrastruktur Indonesia maju pesat. Meskipun investor asing cukup banyak yang mengisi slot, tetapi untuk investor domestik lebih terbuka lagi. Sebelum berinvestasi di bidang infrastruktur, ketahui dulu 9 risiko di bawah ini.

1. Risiko terhadap Lokasi

Risiko ini berkenaan dengan berbagai hal terkait pembebasan lahan, ketidaksesuaian lokasi, serta lingkungan risiko itu sendiri. Acapkali, saat ingin membangun gedung, terjadi diskusi yang cukup alot dengan warga setempat. Mungkin Anda pernah mengalami hal ini. Ternyata risiko ini wajar terjadi. Ketika Anda berhasil mengatasinya, maka potensi sukses lebih besar.

2. Risiko terhadap Desain

Bangunan yang hendak didirikan memerlukan desain yang minim risiko. Oleh karena itu, penting sekali memilih orang-orang yang kompeten di bidang ini. Soalnya merupakan investasi jangka menengah-panjang. Untung sekarang pihak pemerintah tengah membuka seluas-luasnya terhadap investor. Tentu pengerjaan desainnya dari desainer pilihan.

3. Risiko terhadap Finansial

Berani berinvestasi, maka berani pula menanggung risiko finansial ini. Mulai dari risiko struktur keuangan. Ketika strukturnya kurang baik, tentu bisa mengganggu porsi ekuitas selama periode proyek berlangsung. Lalu ada risiko ketidakpastian pembiayaan, asuransi, dan parameter finansial. Oleh karena itu, pilihlah yang memakai kontraktor bertanggung jawab.

4. Risiko terhadap Operasionalnya

Risiko ini melibatkan kontrak layanan infrastruktur. Apakah yang dijalankan sesuai dengan kontrak atau tidak. Adanya risiko pemeliharaan, cacat tersembunyi, utilitas, sumber daya maupun input, serta hubungan industri bisa saja terjadi. Ketika tidak segera diatasi, bisa berdampak pada uji operasi yang akan Anda awasi.

5. Risiko terhadap Pendapatan

Adanya risiko ini kemungkinan besar disebabkan oleh minimnya pendapatan proyek. Pendapatan tersebut bahkan tidak bisa memenuhi kelayakan finansial. Sebab lainnya karena terjadi perubahan yang tidak terduga. Misalnya dari permintaan dan tarif. Infrastruktur Indonesia dikatakan berhasil ketika mampu memperbaiki layanan setiap saat.

6. Risiko terhadap Konektivitas Jaringan

Perubahan yang terjadi pada jaringan Anda kapan saja bisa terjadi. Misalnya jaringan eksisting yang berkaitan dengan jaringan di luar rencana. Ada pula jaringan pengembangan serta fasilitasnya. Pada bagian fasilitas, lebih baik tidak menyaingi output terhadap penyediaan layanan tersebut yang sesuai dengan kontrak. Biar tidak ada miskonsepsi.

7. Risiko Interface

Adanya risiko ini berhubungan dengan publik sebagai target utama dari investasi. Hal ini bisa terjadi karena menurunnya standar kualitas yang dijalankan oleh roda pemerintahan saat itu. Padahal, hampir 100% pendapatan berasal dari publik. Bukankah infrastrukturnya tidak dibatasi untuk dinikmati siapa saja?

8. Risiko Adanya Pergerakan Politik

Keberadaan risiko ini sama sekali tidak bisa dilacak. Soalnya risiko politik memiliki pergerakan yang sanga halus di belakang layar. Misalnya perubahan yang terjadi pada mata uang, pengambilalihan proyek, serta perubahan regulasi dan undang-undang. Selain itu, ada pula faktor yang terlibat, yakni faktor risiko perubahan tarif, serta perizinan.

9. Risiko terhadap Kepemilikan

Terjadinya risiko ini dipicu oleh kejadian yang tidak terduga. Misalnya kehilangan atas kontrak, perubahan teknologi, serta lain-lain. Hal semacam itu bisa menyebabkan nilai ekonomi aset jadi menurun. Soalnya bisa melemahkan aset di hadapan hukum. Oleh karena itu, jagalah selalu dokumen penting yang berkaitan dengan investasi infrastruktur ini.

Setelah memahami risiko investasi infrastruktur Indonesia tersebut, sudah saatnya untuk mulai bernegosiasi. Pegangan risiko ini sangat penting untuk kelangsungan investasi Anda. Alasan kenapa Indonesia sampai saat ini menjadi target investasi dari berbagai penjuru karena secara demografi, bangsa Indonesia memang butuh banyak layanan terbarukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *