5 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak dengan Kebiasaan Baru

meningkatkan daya tahan tubuh anak

Cara meningkatkan daya tahan tubuh anak

Secara keseluruhan, tubuh anak-anak masih lemah. Tulang masih muda, ototnya juga, dan organ lainnya. Untuk itu, perlu sekali berbagai upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan kebiasaan baru. Hanya dengan kebiasaan itu, kebutuhan hidupnya yang lebih baik bisa tercukupi. Ini dia kebiasaan yang harus dibentuk mulai sekarang.

1. Rajin Memberikan Makanan Serba Mengandung Nutrisi

Meskipun secara keseluruhan lemah, tetapi proses pencernaan dan distribusi nutrisi dalam tubuh anak itu luar biasa. Bahkan lebih baik daripada sistem pencernaan dan distribusi gizi orang dewasa. Ketika masih bayi, rajin-rajinlah memberi ASI. Biar bisa terlindungi dari penyakit diabetes, alergi, infeksi, dan penyakit lainnya.

Seiring pertumbuhan, pemberian makanannya tentu berbeda. Terutama ketika periode menyusu telah berakhir. Pada saat itu, sering-seringlah sedia sayur dan buah-buahan. Soalnya bisa menetralisir lemak jenuh serta racun yang mungkin ada di tubuhnya. Setelah itu, beri dia makanan berprotein tinggi. Contohnya makanan dari ikan laut maupun tawar.

2. Pastikan Jam Tidur Anak Sudah Benar

Salah satu yang menyebabkan daya tahan menurun itu karena tidurnya kurang. Mungkin karena terlalu asyik menonton film di televisi. Ketika sudah pukul 11 malam, dia masih menonton televisi. Padahal, tidur yang sesuai untuk anak itu 12 jam sampai 13 jam. Sedangkan untuk yang masih bayi, butuh waktu tidur sekitar 18 jam.

Anak yang mendekati masa-masa sekolah beda lagi. Soalnya sudah memiliki sistem imun yang bagus. Kira-kira butuh waktu 10 jam untuk tidur malam dan siang. Ketika tidurnya kurang, maka berbagai bakteri, virus, serta sel kanker mudah menyerang. Ketika berhasil menerapkan pola tidur seperti ini, secara berangsur-angsur daya tahannya meningkat.

3. Sering-Sering Olahraga Bersama

Ketika masih kecil, wajar kalau dia sangat bergantung pada orang lain. Terlebih lagi kepada orang tuanya. Cara meningkatkan daya tahan tubuh anak yang sangat manjur adalah dengan berolahraga. Tentu sebelum dimulai, ajak dulu dengan pendekatan persuasif. Biar tidak ada kesan mengancam sama sekali. Setiap gerakan wajib dilandasi rasa senang.

Biar lebih meriah lagi, coba ajak teman-teman lain. Kemudian berolahraga bersama. Lama-lama, nanti si kecil mandiri sendiri. Dia bakal lebih suka berolahraga dengan teman mainnya. Namun sebagai orang tua, pengawasan tetap diperlukan. Tujuannya untuk menjaga si kecil dari kecapaian.

4. Asap Kendaraan? Stop Mulai Sekarang

Ada kebiasaan anak-anak yang harus menjadi perhatian Anda. Ketika ada mobil atau motor lewat dengan menyisakan asap tebal, anak-anak rata-rata akan bersorak. Padahal di dalam asap itu terkandung berbagai macam zat berbahaya. Bahkan di antaranya terdapat logam yang bisa masuk kapan saja ke dalam pori-pori. Akhirnya, bisa mengganggu jaringan kulit anak.

Begitu pula dengan asap rokok. Anda tahu kenapa bibir orang yang merokok selalu hitam? Merahnya pada bibir pertanda aliran darah yang bergerak ke sana lancar. Hampir tidak ada perokok yang kulitnya kemerah-merahan setelah berolahraga. Untuk mengurangi dampak dari asap rokok, bekali dia dengan masker atau bilang saja untuk selalu hindari asap rokok.

5. Berikan Edukasi untuk Rajin Membersihkan Lingkungan dan Dirinya

Lingkungan yang kotor bisa memicu kuman, bakteri, dan binatang mikroorganisme lainnya. Pada kasus yang lebih serius, keadaan kotor yang didiamkan bisa melemahkan daya tahan tubuh anak. Untuk itu, berikan edukasi rutin pada anak untuk rajin bersih-bersih lingkungan dan dirinya sendiri. Caranya dengan memberi contoh langsung. Bukan hanya lewat ucapan.

Itulah 5 cara meningkatkan daya tahan tubuh anak di usia dini. Demi anak, lebih baik tepikan sejenak rutinitas harian Anda. Soalnya ketika dia sudah besar, karakter yang dibawa adalah pengalaman yang ia lalui semasa kecil. Mumpung belum terlambat, yuk mulai sekarang terapkan cara di atas. Lebih suka mana? Anak yang sehat atau sakit-sakitan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *