Menguap Tanda Kantuk? Benarkah Menurut Teori Kedokteran?

menguap menurut teori kedokteran

Presiden Amerika Barack Obama sedang menguap

Menguap adalah kebiasaan tubuh kita yang sangat alamiah. Adalah hal yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Kondisi demikian bisa terjadi di pagi hari, siang hari, sore hari, atau malam hari. Kondisi ini juga tidak hanya terjadi saat kita mau tidur, tetapi saat kita belajar di sekolah, saat kita berada di perjalanan, atau saat kita menonton televisi.

Tak bisa dipungkiri bahwa ketika ada orang dengan kondisi seperti ini bawaannya pasti tidak mood, bosan dengan situasi saat itu, dan selekasnya ingin beristirahat. Ternyata, itu merupakan efek dari kurangnya oksigen sehingga tubuh terasa lemas tak bertenaga.

Pada umumnya banyak orang menganggap bahwa menguap adalah salah satu tanda mengantuk, tapi sering kita lihat bahwa ketika hal itu terjadi tidak lantas diikuti dengan tidur. Jadi, mengapa?

Jangan lupa baca: Jenis Buah-buahan Bergizi yang Bagus untuk Dikonsumsi

Menurut teori kedokteran, seseorang bisa menguap karena kadar oksigen di dalam paru-parunya sedang menipis dan harus ditambah. Oksigen diperlukan untuk disalurkan ke seluruh tubuh terutama otak. Gelembung-gelembung alveoli di dalam paru-paru akan kempis seperti balon kekurangan udara.

Nah, saat ini paru-paru akan mengalami sedikit kejang. Secara otomatis, otak akan memerintahkan organ tubuh untuk mengisi gelembung-gelembung alveoli di paru-paru dengan oksigen. Cara pemompaan itu adalah dengan menguap.

Keadaan paru-paru kekurangan oksigen biasanya terjadi saat di dalam ruangan yang agak pengap, cuaca yang sedikit mendung, atau memang juga tubuh yang kekurangan energi, misalnya selesai bekerja atau berolahraga. Jadi, menguap bukanlah tanda mengantuk semata, tetapi tanda bahwa paru-paru memerlukan kadar oksigen yang banyak.

Sebagian orang mungkin menganggap bahwa kondisi ini menular sebab di beberapa kasus terjadi, bila ada satu orang menguap kemudian diikuti orang lain. Padahal, keadaan ini merupakan tindakan psikologis, Saat ada orang dengan kondisi demikian di depan kita, maka tubuh kita mengatur dirinya sehingga dikondisikan untuk siap untuk mengikutinya.

Jadi, apakah kita akan mengikuti atau diam, itu tergantung kita. Artinya, menguap itu bukan sebuah penyakit dan tidak menular. Kita bisa membayangkan jika hal ini menular, pasti akan susah mencari pencegahnya dan memungkinkan akan sangat banyak orang yang tertular.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *