Busung Lapar, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahannya

pengobatan busung lapar

Balita yang menderita busung lapar

Busung lapar bukanlah hal baru di Indonesia. Penyakit ini merupakan istilah umum untuk penyakit kekurangan gizi. Busung lapar merupakan kondisi seseorang yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam asupan makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi (AKG).

Penyebab

Penyebab terjadinya sakit busung lapar pada anak-anak antara lain: 1) tidak tercukupinya makanan bergizi; 2) kemungkinan anak menderita penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus; 3) keadaan ekonomi keluarga yang tidak mampu; dan 4) bencana alam yang terjadi di sekitarnya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui seorang anak menderita sakit busung lapar, yaitu:

  • Menimbang berat badan anak setiap bulan. Jika perbandingan berat badan dengan umurnya di bawah 60 persen sesuai standard yang ditetapkan WHO-NCHS, anak tersebut dikategorikan menderita sakit busung lapar;
  • Mengukur tinggi badan dan lingkar lengan atas (LILA). Jika hasilnya tidak sesuai dengan standard anak yang pertumbuhannya normal, dikhawatirkan anak tersebut menderita sakit busung lapar.

Jenis Busung Lapar

Terdapat 3 (tiga) jenis busung lapar yang sering ditemukan dan berbahaya bagi anak-anak dan balita, antara lain:

  • Kwashiorkor. Gejala seorang anak yang menderita penyakit busung lapar jenis ini dapat diketahui melalui kriteria berikut ini:
  1. Terdapat pembengkakan di seluruh tubuhnya terutama di bagian punggung kaki. Jika bagian yang bengkak tersebut ditekan, akan meninggalkan bekas seperti lubang;
  2. Terjadi pengecilan otot dan mengakibatkan lengan atas terlihat kurus sehingga ukuran lingkar lengannya kurang dari 14 cm;
  3. Timbulnya ruam berwarna merah muda yang meluas dan berubah menjadi cokelat kehitaman serta mengelupas;
  4. Nafsu makan sangat kurang;
  5. Rambutnya menipis dan berwarna merah seperti rambut jagung serta mudah dicabut tanpa menimbulkan rasa sakit;
  6. Wajah terlihat sembab dan membulat;
  7. Sering menangis dengan sebab yang tidak jelas;
  8. Terkadang disertai dengan infeksi, anemia, dan diare.
  • Marasmus. Gejala seorang anak menderita sakit busung lapar jenis ini adalah sebagai berikut:
  1. Tubuh anak terlihat sangat kurus sehingga hanya tampak tulang yang terbungkus oleh kulit;
  2. Tulang rusuk menonjol;
  3. Wajah terlihat tua;
  4. Kulit keriput. Jaringan lemak sangat sedikit hingga tidak ada sama sekali;
  5. Sering menangis dengan sebab yang tidak jelas;
  6. Perut terlihat cekung yang disertai dengan diare terus-menerus atau susah buang air kecil.
  • Gabungan Kwashiorkor dan Marasmus. Gejala yang timbul merupakan gabungan dari gejala kwashiorkor dan marasmus. Terkadang, pada penyakit jenis yang ketiga ini disertai dengan pembengkakan yang tidak mencolok.

Dampak terjadinya penyakit ini pada anak-anak dan balita tidak hanya mengakibatkan tubuh menjadi kurus, tetapi juga menurunkan kecerdasan anak, menyebabkan timbulnya sakit rabun senja, dan rentan terhadap penyakit, terutama penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus karena menurunnya daya tahan tubuh.

Pengobatan

Penderita busung lapar sebaiknya memperoleh perawatan di rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan keadaan tubuhnya agar normal lagi. Selain itu, perlu adanya pemeriksaan secara seksama terhadap penyakit infeksi lainnya yang timbul karena menderita penyakit ini. Pengobatan yang terpenting bagi anak-anak dan balita adalah mengkonsumsi makanan yang bergizi dan berimbang. Asupan makanan yang dikonsumsi haruslah makanan yang memenuhi standard kesehatan yang telah ditentukan oleh WHO, yaitu 4 sehat 5 sempurna.

Pencegahan

Penyakit busung lapar dapat dicegah dengan pemberian makanan yang bergizi dan berimbang seperti sayur-sayuran hijau, buah-buahan, makanan yang mengandung karbohidrat (misalnya: nasi, kentang, jagung, dan roti), dan makanan yang mengandung protein (seperti: telur, ikan, daging, dan susu). Bagi balita yang berusia 0 sampai 2 tahun sebaiknya diberi air susu ibu (ASI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *