Akankah Bisnis Ritel Dibuka untuk Investor Asing?

bisnis ritel untuk asing

Suasana ramai di sebuah pusat ritel

Bisnis Ritel di Indonesia saat ini boleh dikatakan telah meningkat tajam. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya pembangunan mal-mal baru di pusat-pusat bisnis di perkotaan, maupun dalam bentuk pembangunan toko-toko market di pinggir-pinggir jalan seperti Alfamart, Indomaret, dan sebagainya. Semuanya tak terlepas dari peran BKPM yang membawahi urusan penanaman modal jenis-jenis usaha seperti ini.

BKPM adalah singkatan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Investment Coordinating Board, merupakan Lembaga Pemerintah Non Departemen Indonesia yang bertugas untuk merumuskan kebijakan pemerintah di bidang penanaman modal baik dalam negeri maupun dari luar negeri. BKPM menjadi sebuah lembaga Pemerintah yang menjadi koordinator dalam setiap kebijakan penanaman modal baik koordinasi antar instansi pemerintah, pemerintah dengan Bank Indonesia, Pemerintah dengan Pemerintah Daerah, maupun antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Daerah. BKPM juga diamanatkan sebagai advokasi bagi para investor untuk menjamin iklim usaha yang sehat dan pasti.

Untuk mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat, perlu adanya regulasi yang pasti dari Pemerintah yang berfungsi untuk mengatur kelancaran investasi itu sendiri agar para investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri memiliki dasar hukum yang kuat untuk menanamkan modalnya. Selain itu, faktor lain yang perlu menjadi perhatian Pemerintah dalam menarik investor agar mau menanamkan modalnya adalah dengan membuat kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran, misalnya: memberikan kemudahan dalam mengurus izin usaha, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, jaminan keamanan berinvestasi, dan lain sebagainya yang semua itu diharapkan dapat berdampak pada kenyamanan dalam berinvestasi. Selain itu, jumlah penduduk Indonesia yang besar, ternyata memberikan keuntungan tersendiri dalam menarik minat investor baik dalam negeri maupun luar negeri.

Dengan jumlah penduduk yang besar, pangsa pasar juga besar. Begitu juga dengan tersedianya tenaga kerja yang melimpah dan murah. Hal itu tentu berdampak positif terhadap peluang usaha dalam mendapatkan keuntungan yang besar. Itulah beberapa faktor mengapa investor luar negeri terus berkeinginan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Dan terbukti, sampai saat ini semakin banyak para investor yang terus menanamkan modalnya di Tanah Air.

Berdasarkan Daftar Negatif Investasi (DNI) yang mulai digodok oleh BKPM, sebanyak 456 usulan menginginkan agar 222 bidang usaha di Tanah Air direvisi untuk dibuka izinnya bagi investor luar negeri agar dapat menanamkan modalnya. Bidang yang paling banyak tanggapan diusulkan untuk direvisi adalah pada bisnis ritel karena bisnis ini masih tertutup bagi investor luar negeri. Mereka berharap dapat dibuka kran investasi pada bisnis ritel ini. Mereka berharap tujuan dibukanya kran bisnis ritel adalah bisa meningkatkan pelayanan menjadi lebih baik, menguntungkan konsumen, dan meningkatkan persaingan usaha.

Pada dasarnya, bisnis ritel adalah suatu cara yang dilakukan dalam memasarkan produk barang atau jasa langsung ke konsumen. Dan saat ini, bisnis ritel ini hanya terbuka bagi investor lokal saja sedangkan mereka berharap investasi yang ditanamkan tidak hanya sebatas pada produksi barang atau jasa saja, mereka ingin agar bisnis ritel ini juga bisa mereka jalankan seperti: minimarket dan convenience stores dengan luas kurang dari 400 m2. Selain itu, mereka juga meminta asing boleh masuk ke penjualan eceran alas kaki, elektronik, mainan anak, hingga otomotif. Dengan kondisi ini pihak Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berharap agar Pemerintah konsisten melindungi pengusaha lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *