Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegah Sembelit!

mencegah sembelit

Cara mencegah sembelit salah satunya tidak menahan saat ingin buang air besar

Mengenali gejala, penyebab, dan cara mencegah sembelit sejak dini sangat penting dilakukan. Pola makan yang tidak sehat dapat menimbulkan penyakit yang sering Anda sepelekan. Salah satu penyakit tersebut adalah sembelit. Banyak orang menganggap bahwa obat pencahar merupakan solusi terbaik mengenai masalah sembelit ini. Namun, proses dan sifat kerja obat pencahar dapat melemahkan kerja usus.

Setiap orang memiliki jangka waktu buang air besar yang berbeda. Waktu buang air besar yang paling sehat yaitu sekali dalam sehari. Namun, frekuensi buang air besar masih dapat dikatakan normal mulai dari 3 kali sehari sampai 3 kali seminggu. Kapankah seseorang dapat dikatakan sembelit? Bagaimana pengobatan dan pencegahannya?

Kapankah Seseorang Dikatakan Sembelit?

Seseorang yang biasanya buang air besar sekali sehari menjadi sekali dalam tiga hari disertai dengan tinja yang keras dan sulit dikeluarkan, maka orang tersebut dikatakan mengalami sembelit. Gejala sembelit tiap orang berbeda-beda karena pola makan dan kondisi tubuh setiap orang juga berbeda.

Gejala Umum pada Orang yang Mengalami Sembelit

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa gejala sembelit setiap orang berbeda-beda karena pola makan maupun kondisi tubuh setiap orang juga berbeda. Namun, gejala umum yang sering dijumpai bagi mereka yang mengalami sembelit dapat diketahui dari beberapa masalah yang sering muncul:

  • Perut terasa penuh, tidak plong, sedikit lebih panas dari biasanya, nyeri, mulas, membesar, dan mengeras;
  • Tubuh tidak fit, tidak nyaman, lesu, cepat lelah, dan terasa berat sehingga malas mengerjakan sesuatu bahkan terkadang sering mengantuk;
  • Jantung sering berdebar-debar sehingga cepat emosi yang mengakibatkan stres;
  • Terkadang pernapasan menjadi sesak karena volume perut untuk bernapas berkurang;
  • Tinja lebih keras, lebih panas suhunya, berwarna lebih gelap, lebih kering, lebih berbau busuk, dan berbentuk bulat-bulat kecil;
  • Tinja sulit dikeluarkan atau dibuang pada saat buang air besar, tubuh berkeringat dingin, dan terkadang harus mengejan ataupun menekan-nekan perut terlebih dahulu supaya dapat mengeluarkan dan membuang tinja;
  • Bagian anus atau dubur terasa penuh, tidak plong, seperti terganjal sesuatu, dan sakit akibat bergesekan dengan tinja yang kering dan keras;
  • Lebih sering buang angin atau kentut yang berbau lebih busuk daripada biasanya.

Apa Penyebab Sembelit Itu?

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami sembelit. Penyebab sembelit ini bisa berasal dari dalam tubuh kita sendiri, efek samping penggunaan obat, atau karena pola hidup yang tidak sehat. Berikut beberapa penyebab terjadinya sembelit:

Kurangnya Makan Makanan yang Berserat

Pada dasarnya, serat akan mengikat cairan yang selanjutnya dapat memicu gerakan usus sehigga mempermudah pengeluaran tinja.

Gangguan Saluran Pencernaan

Gangguan di usus dan radang dinding usus menyebabkan proses pencernaan terganggu. Oleh karena itu, buang air besar menjadi tidak lancar dan tidak teratur.

Kebiasaan Menahan Buang Air Besar

Beberapa orang sering menunda buang air besar dengan alasan kesibukan. Jika rasa buang air besar tersebut sering diabaikan, lama-kelamaan tidak akan merasakan apa-apa saat ingin buang air besar. Hal tersebut dapat menimbulkan sembelit.

Kekurangan Cairan Tubuh

Kurangnya cairan dapat mengakibatkan tinja menjadi keras dan kering sehingga tinja akan sulit dikeluarkan.

Penggunaan Obat Pencahar Secara Berlebihan

Sebagian orang menganggap bahwa buang air besar harus setiap hari. Solusi yang sering diterapkan yaitu mereka minum obat pencahar agar dapat buang air besar setiap hari. Pemakaian obat pencahar dalam jangka waktu yang lama dapat melemahkan kerja usus. Pergerakan usus menjadi tergantung terhadap obat pencahar.

Efek Samping Obat

Beberapa obat dapat menimbulkan efek samping sembelit. Contohnya, obat antasida, obat darah tinggi, obat tidur, dan obat penenang.

Bagaimana Mencegah Sembelit?

Sembelit dapat dicegah dengan berbagai cara. Beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk mencegah terjadinya sembelit adalah sebagai berikut:

Mengkonsumsi Makanan yang Kaya Serat

sayuran yang mengandung banyak serat, antara lain: bayam, kangkung, daun pepaya, daun singkong, kol, sawi hijau, seledri, selada, tomat, paprika, cabai, buncis, kacang panjang, bawang putih, bawang merah, kenatng, wortel, brokoli, kembang kol, dan jamur. Buah-buahan yang mengandung banyak serat, antara lain: alvokad, anggur, apel, belimbing, jambu biji, jeruk bali, mangga, melon, nanas, pepaya, pisang, semangka, sirsak, dan srikaya. Bahan makanan yang mengandung banyak serat, antara lain: kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, jagung, kedelai bubuk, kecap kental, tahu, susu kedelai, toge, dan tempe.

Menghindari Minuman yang Mengandung Kafein

Minuman yang mengandung kafein dapat menyebabkan dehidrasi sehingga dapat menyebabkan sembelit.

Membiasakan Tidak Menahan Buang Air Besar

Usahakan untuk tidak menahan buang air besar saat Anda merasakan ingin buang air besar. Jika hal itu sering terjadi, lama-kelamaan Anda tidak akan merasakan ingin buang air besar.

Rajin Berolahraga

Olahraga dapat meningkatkan kerja pencernaan sehingga makanan dapat tercerna dengan baik. Oleh karena itu jangan malas untuk berolahraga. Banyak jenis olahraga yang bisa Anda lakukan, mulai dari olahraga ringan seperti joging, hingga jenis olahraga permainan.

Minum Air Minimal 2 liter Sehari

Mengkonsumsi air minimal 2 liter sehari dapat melunakkan makanan dalam perut sehingga sari makanan mudah diserap usus dan ampas makanan tidak keras. Dengan demikian, otot usus tidak bekerja keras mendorong sisa hasil pencernaan ke lubang pembuangan (anus).

Itulah beberapa informasi seputar gejala, penyebab, dan cara yang bisa Anda terapkan untuk mencegah terjadinya sembelit. Mari terapkan mulai sekarang pola hidup sehat untuk kualitas kesehatan yang lebih baik.

Share this post on social media:

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *