Jenis Makanan Penyebab Maag dan Tips Menghindarinya

jenis makanan penyebab maag

Kenali jenis makanan penyebab maag

Penyakit maag bisa menyerang lambung maupun usus dua belas jari. Makanan yang masuk ke lambung akan dicerna secara kimiawi dengan bantuan getah lambung (enzim dan asam lambung). Pada orang sehat, terdapat keseimbangan antara getah lambung dengan mukosa lambung (lapisan lendir pada lambung). Keberadaan getah lambung tidak menimbulkan gangguan terhadap mukosa lambung. Kelebihan kadar asam lambung di dalam getah lambung dapat merusak mukosa dan jaringan pada usus dua belas jari. Jaringan yang rusak akan menjadi luka bernanah yang menyerupai luka seriawan di bibir sehingga timbul rasa nyeri pada daerah tersebut.

Banyak hal yang menyebabkan penyakit maag kambuh, antara lain: waktu makan yang tidak teratur; jumlah makanan yang terlalu banyak atau sedikit; terlalu sering mengonsumsi makanan yang sulit dicerna; jam tidur yang tidak teratur; melakukan pekerjaan yang melebihi kemampaun; serta terjadinya iritasi pada lambung yang disebabkan oleh bakteri yang dikenal dengan istilah Helicobacter Pylori. Beberapa penyebab maag ini selalu mengintai Anda setiap saat karena penyakit ini tidak mengenal umur dan profesi Anda.

Jenis Makanan Penyebab Maag

Dalam hal makanan, sudah sepatutnya Anda mengatur pola makan yang tepat dan teratur serta kenali jenis makanan penyebab maag Anda kambuh. Berikut beberapa jenis makanan yang berpotensi sebagai penyebab timbulnya sakit maag, yakni:

  • Minuman yang mengandung kafein;
  • Cokelat;
  • Makanan yang berminyak dan berlemak;
  • Makanan pedas dan asam;
  • Alkohol:
  • Rokok;
  • Makanan dalam jumlah besar;
  • Makan sebelum tidur.

Tips Menghindari Maag Kambuh

Ketika mag kambuh, aktivitas Anda pasti sangat terganggu dan membuat jadwal Anda menjadi berantakan. Tentu hal ini akan sangat mengganggu, bukan? Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar sakit maag tidak menghampiri Anda sehingga segala aktivitas yang Anda lakukan setidaknya dapat berjalan dengan normal dan nyaman.

Membiasakan makan dengan teratur

Lambung selesai mencerna makanan selama 4 jam. Kebiasaan makan tidak teratur akan menyebabkan sebagian makanan tidak dicerna dengan sempurna oleh lambung. Makanan yang tidak dicerna ini bisa membusuk dan menyebabkan kembung.

Kunyah makanan dengan baik

Enzim ptialin dapat melakukan tugasnya dengan sempurna jika Anda mengunyah makanan dengan baik. Jangan menelan makanan dengan tergesak-gesak atau mengunyah makanan sambil berbicara agar udara yang masuk ke dalam rongga mulut tidak berlebihan.

Hindari makan dengan jumlah besar

Jika makanan dalam lambung terlalu banyak dan melebihi kemampuan enzim untuk mencernanya, makanan tidak dapat tercerna dengan sempurna. Makanan ini akan masuk ke usus halus sehingga menyebabkan salah cerna, terjadi fermentasi dan menimbulkan gas.

Jangan berbaring setelah makan

berbaring setelah makan dapat menimbulkan gastroesophageal reflux, yaitu kondisi makanan yang sudah dalam keadaan asam kembali masuk ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa tidak enak. Anda sudah harus berhenti makan minimal 2 jam sebelum tidur.

Kurangi konsumsi makanan pedas dan asam

Hindari makanan yang pedas atau asam karena akan meningkatkan produksi asam lambung. Jangan menggunakan bumbu yang kuat, misalnya: cabai, merica, dan cuka.

Kurangi menyantap makanan yang menimbulkan gas

Beberapa jenis makanan yang menimbulkan gas seperti: nangka, kacang-kacangan, dan ubi. Jenis makanan ini dapat menyebabkan perut kembung karena banyaknya gas yang dihasilkannya.

Hindari makan makanan yang terlalu dingin atau panas

Makanan yang terlalu dingin atau panas akan menyebabkan iritasi pada lapisan dinding lambung. Jika terjadi berulang-ulang, lambung akan rusak dan pencernaan akan terganggu. Pilihlah makanan yang hangat, yang suhunya mendekati suhu tubuh.

Mengurangi makanan yang digoreng

Pilihlah makanan yang lunak yang dimasak dengan cara direbus atau ditim. Makanan yang digoreng biasanya menjadi keras sehingga sulit untuk dicerna di dalam lambung.

Hindari merokok dan minuman yang mengandung kafein

Getah tembakau yang tertelan dapat menimbulkan iritasi pada dinding lambng. Kafein akan merangsang produksi asam secara berlebihan dalam lambung. Kopi dan the mengandung kafein. Bagi Anda penderita mag sebaiknya tidak mengkonsumsi kopi dan the.

Berpikir dengan rileks

Berpikir positif dan rileks dapat mengurangi stres. Jika Anda stres, sistem pencernaan tidak berfungsi optimal. Anda mungkin dihadapkan dengan berbagai aktivitas dan beban sehari-hari, tapi cobalah untuk selalu tenang dalam menjalani hidup Anda.

Kualitas hidup Anda tentu akan menjadi lebih baik jika Anda dapat menerapkan pola hidup sehat yang tepat. Salah satunya dapat terhindar dari penyakit mag ini. Mulai sekarang, berjanjilah pada diri Anda sendiri untuk memperhatikan segala kebutuhan kesehatan tubuh Anda. Sehat itu akan menjadi mahal jika Anda telah jatuh sakit.

Share this post on social media:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *