5 Pertanyaan Ini Sering Terlontar seputar Pensiun Dini

pensiun dini

Apa yang dipersiapkan sebelum memutuskan resign dari pekerjaan Anda?

Pensiun dini kerap dilakukan oleh seseorang dengan alasan-alasan tertentu. Ingin lebih cepat menikmati masa tenang adalah salah satu alasan yang paling sering mengemuka. Meskipun pada dasarnya terdapat banyak alasan lain yang bisa dipertanggungjawabkan, seperti: karena sakit, merasa jenuh, sudah tidak cocok dengan pekerjaan yang ada, ingin mencoba peruntungan yang lain, hingga alasan-alasan yang bersifat syar’i.

Kita telah mengetahui bersama bahwa jenis pekerjaan atau profesi yang digeluti seseorang ada yang terikat dengan aturan dan ada pula yang tidak. Jenis pekerjaan maupun profesi yang terikat dengan aturan adalah pekerjaan atau profesi yang berada di bawah instansi, badan, lembaga, atau perusahaan yang menaunginya seperti PNS, TNI, Polri, atau karyawan sebuah perusahaan. Jenis pekerjaan atau profesi inilah yang di dalamnya terdapat aturan tentang pensiun. Jika didasarkan pada tenggat waktu sebuah pekerjaan, pensiun dibedakan menjadi pensiun normal dan pensiun dini.

Pensiun normal adalah suatu keadaan dimana seorang pegawai atau karyawan diberikan haknya untuk tidak lagi bekerja pada profesi tertentu karena sudah memasuki usia pensiun yang telah ditetapkan oleh instansi, badan, lembaga, atau perusahaan yang menaunginya. Untuk wilayah Indonesia, rata-rata seseorang yang memasuki masa pensiun berkisar antara usia 55 hingga 60 tahun pada profesi tertentu. Sedangkan pensiun dini adalah keluarnya seseorang dari pekerjaan lebih cepat dari waktu yang sudah ditentukan instansi, badan, lembaga, atau perusahaan yang menaunginya. Misalnya kebijakan pensiun di perusahaan Anda adalah saat Anda berusia 55 tahun, tetapi Anda memutuskan untuk pensiun lebih dini yaitu pada usia 50 tahun.

Dikutip dari website qerja.com, ada 5 pertanyaan yang sering dilontarkan oleh seorang pegawai atau karyawan seputar pensiun dini ini ketika dia bekerja pada sebuah instansi, badan, lembaga, atau perusahaan, seperti:

Kapan pensiun dini bisa dilakukan?

Pada dasarnya, masa pensiun seorang karyawan di perusahaan atau instansi itu berbeda-beda. Ada yang mematok usia pensiun 55 tahun, ada juga yang membatasi usia pensiun karyawan hingga 60 tahun. Biasanya, pensiun dini dilakukan saat usia karyawan di kisaran 40 tahunan, tentu saja bila si karyawan sudah bekerja di tempat tersebut selama 15-20 tahun. Jadi kalau Anda baru bekerja beberapa tahun saja di kantor tersebut, Anda tidak berhak untuk mengajukan pensiun dini.

Apa alasan seseorang untuk pensiun dini?

Tentu saja alasan untuk pensiun dini tidak sama antara satu karyawan dengan yang lainnya. Alasan yang sering diajukan adalah karena ingin buka usaha sendiri, sedang sakit, jenuh bekerja, atau bahkan karena menikah dengan teman sekantor.

Apakah ada Undang-Undang yang mengatur tentang pensiun dini?

Undang-Undang No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan tidak mengatur tentang pensiun dini, termasuk juga tidak mengatur batas usia pensiun (BUP) dan kapan masa pensiun. Meskipun demikian, ada juga peraturan UU yang mengatur BUP, termasuk mengatur program pensiun dini misalnya BUP pada jabatan profesi atau yang bekerja di institusi negara, contohnya pegawai negeri sipil (PNS), tentara, polisi, hakim, dan lain-lain. Bagaimana dengan karyawan swasta? Biasanya urusan pensiun dan pensiun dini merupakan domain dari perusahaan atau instansi yang mempekerjakan karyawan. Jadi sebaiknya Anda mengecek buku peraturan perusahaan atau bertanya pada pihak HRD untuk hal ini.

Apakah perusahaan bisa membuat karyawannya pensiun dini?

Tentu saja bisa. Apalagi bila masalah pensiun dini ini diatur dalam peraturan perusahaan atau kontrak kerja yang sudah Anda tandatangani. Aturan pensiun dini sering ditawarkan bila perusahaan sedang bermasalah dalam hal keuangan, seperti merugi, menjelang bakrut, atau sedang pailit dan tidak mampu membayar karyawannya. Tidak heran pensiun dini jadi solusi untuk merumahkan karyawan secara sukarela tanpa harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Apa saja hak karyawan yang pensiun dini?

Sebagaimana layaknya pensiun biaya, karyawan yang memilih pensiun dini juga mendapatkan uang pesangon, penghargaan masa kerja, serta penggantian hak yang besarnya sama dengan pensiun normal. Selain itu, biasanya perusahaan memberikan penawaran uang pensiun yang lebih tinggi untuk menarik minat karyawan mengajukan diri untuk pensiun dini. Dana itu bahkan sering digunakan karyawan yang pensiun dini untuk modal membuka usaha.

Dari penjelasan di atas, tentu Anda sudah memahami mengapa Anda harus melakukan pensiun dini, bukan? Pensiun dini ini dilakukan karena memang Anda yang meminta atau karena instansi, badan, lembaga, atau perusahaan telah meminta Anda untuk melakukannya dengan alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *