Phobia dan Faktor Penyebab Kemunculannya

faktor penyebab phobia

Phobia dan faktor penyebab kemunculannya

Phobia dan hubungannya dengan ketakutan Anda. Pernahkah Anda merasa takut ketika melihat sesuatu yang ada di sekitar Anda? Atau Anda sering merasa cemas saat Anda dihadapkan pada sebuah kejadian yang pernah dialami sebelumnya? Apakah Anda sakit?

Pertanyaan di atas tentunya memiliki banyak opsi jawaban yang berbeda namun memiiliki keterkaitan.

Pada dasarnya perasaan takut dan cemas adalah sebuah hal wajar dan bersifat manusiawi karena semua orang pasti memiliki perasaan tersebut. Namun, setiap orang memiliki tingkat ketakutan dan kecemasan yang berbeda-beda atas sesuatu yang dia lihat, dia dengar, atau dia alami. Takut atau cemas akan sesuatu hal yang tidak lazim dan terkesan berlebihan atas fenomena tertentu bukan berarti dia seorang penakut. Melainkan, ada perasaan berbeda dalam pikirannya yang tidak dimiliki oleh orang lain dalam menyikapi hal tersebut. Perasaan takut atau cemas ini dikenal dengan istilah Phobia.

Ada perbedaan pandangan yang terkesan “lucu dan menggelikan” antara orang biasa pada umumnya dengan orang yang mengidap phobia ini dalam konteks pandangan. Misalnya, orang biasa akan sangat aneh ketika mendapati orang yang mengidap phobia. Dia merasa takut dengan seekor kecoa atau seekor tikus, atau binatang melata seperti lueng padahal badan dan tubuhnya besar dan kekar. Ya, apa yang dirasakan pengidap phobia ini justru berbanding terbalik dengan pandangan orang biasa yang tak mengidap kelainan ini. Binatang-binatang yang dia lihat adalah binatang yang sangat menakutkan dan menyeramkan bagi orang yang mengidap phobia ini. Bagaimana mau menangkap atau membelai binatang tersebut, melihatnya saja sebisa mungkin untuk dia hindari.

Pada umumnya orang yang mengidap phobia ini dipengaruhi oleh dua faktor utama yang menjadi viral bagi kelangsungan kehidupannya sehari-hari, yakni:

  1. Phobia Disebabkan oleh Faktor Bawaan Sejak Lahir

Orang yang mengidap kelainan ini sudah ada dalam dirinya sejak dia dilahirkan. Kelainan ini terbentuk bisa disebabkan karena faktor keturunan atau muncul karena memang kemampuan daya serap otaknya terhadap objek-objek tertentu saat masih kecil atau pada fase ikonik tidak mengalami perkembangan yang signifikan.

  1. Faktor Traumatis

Kejadian-kejadian hebat yang pernah dia alami hingga membuatnya selalu terbayang dan teringat akan peristiwa yang menyedihkan akan berdampak pada perkembangan mentalnya. Peristiwa-peristiwa yang terjadi secara berulang meskipun terkesan sepele juga akan membuat mentalnya mengalami fase fiksasi. Fiksasi adalah dimana kemampuan mental seseorang tidak mengalami perkembangan yang signifikan terhadap sesuatu yang dia lihat, dia dengar, atau dia rasakan. Pada fase fiksasi ini seakan-akan pikirannya terkunci terhadap hal-hal atau peristiwa yang pernah dia alami. Dan hingga sekarang masih membekas yang menyebabkan dia sangat sulit untuk mengendalikan rasa takutnya.

Faktor-faktor itulah yang akan berdampak negatif pada kehidupan sosialnya karena orang yang mengidap phobia ini akan merasa terkucilkan dan susah untuk bergaul. Terkadang dia merasa diolok-olok karena sesuatu yang sepele bagi teman-temannya dianggap hal yang menakutkan dan menyeramkan menurutnya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi phobia  ini diantaranya:

  1. Mulai sekarang katakan bahwa phobia ini dapat diatasi;
  2. Mintalah dukungan keluarga untuk membantu menyembuhkan kelainan ini;
  3. Lakukanlah terapi secara teratur dan optimal.

Seperti yang ditulis di breaktime.co.id bahwa ada beberapa jenis phobia aneh yang perlu Anda ketahui yang mungkin jarang sekali Anda dengar. Phobia sendiri dibagi atas banyak jenis, mulai dari yang umum seperti phobia ketinggian, phobia uang gelap sampai dengan phobia akan warna tertentu. Namun, ada jenis-jenis phobia lain yang terdengar dan dirasa aneh, karena memang tidak lazim.

Share this post on social media:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *